Tenang Meski Dalam Bahaya
Kalangan Sendiri

Tenang Meski Dalam Bahaya

Lori Official Writer
      132

Ayat Renungan: Daniel 6:22"Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.”

 

Mari membayangkan bagaimana detik-detik seorang Daniel, pribadi yang mengasihi Tuhan di dalam Alkitab, dimasukkan ke dalam gua Singa. Mungkin kalau kita ada diposisi Daniel, kita pasti akan berteriak-teriak minta tolong saat kita mulai diseret masuk ke dalam gua. 

Daniel sangat berbeda. Saat dimasukkan, dia hanya memilih tetap tenang dan berdoa. Lalu apa yang terjadi? Singa-singa buas yang kelaparan itu sama sekali tidak menyentuhnya sedikitpun. Menakjubkan bukan?

Apa yang dialami Daniel menjadi gambaran yang sangat jelas tentang ketenangan sejati yang tidak mampu dipengaruhi oleh keadaan maupun situai. Sekalipun ancaman bahaya di depan, namun ketenangan tetap tinggal. 

Menjadi tenang artinya tidak lagi dihantui rasa takut. Bagaimana kita bisa memperoleh ketenangan seperti ini? Saat melalui malam yang begitu gelap di dalam gua Singa, Daniel berdiam di dalam doa. Artinya dia mencari pertolongan dari Tuhan. Iman Daniel menghasilkan pertolongan yang ajaib, demikian katanya, “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan.” (Daniel 6:22)

Kita mungkin seperti Daniel, kita difitnah dan dituduh beberapa orang melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak kita lakukan. Atau kita dianggap ancaman karena memilih bertindak benar. Lalu kita mulai diserang baik dengan ancaman dipenjara atau dipecat dari pekerjaan. Keadaan ini mungkin membuat kita tertekan, tetapi mari melihat kepada sikap Daniel. Dia menolak untuk teralihkan dari fokus utama hidupnya yaitu hidup di dalam kebenaran. Sehingga tak ada ketakutan apapun yang mencuri damai sejahtera maupun ketenangannya. 

Jadi, jika Anda ingin seperti Daniel kuncinya adalah tetap arahkan mata iman kita kepada Tuhan kita yang setia itu. Apapun yang terjadi, teruslah berdoa dan mengklaim janji keselamatan, perlindungan, pertolongan dan kebaikan terjadi atas hidup kita.

 

Momen Refleksi:

Saat Anda sedang dalam situasi terancam, pernahkah Anda memilih untuk menyangkali kebenaran Firman Tuhan? Atau Anda memilih untuk tetap bertahan di dalam kebenaran yang Anda pegang? Ceritakan kepada rekan terdekat Anda bagaimana Anda melaluinya?

Ikuti Kami